Cegah Sakit dengan Sehat


Halo sobat! gimana nih kabarnya? semoga tetap sehat dan tetap jaga kesehatan.Dengan adanya covid 19 di era ini, kita lebih disadarkan akan kesehatan dan kebersihan. Nah, kali ini kita mau bahas tentang sanitasi. Kalian sudah tau belum sanitasi itu apa?

Sanitasi adalah suatu upaya yang dilakukan untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan  dengan cara mencegah manusia bersentuhan dengan kotoran atau bakteri. Kotoran tersebut bisa berupa tinja manusia dan hewan serta sisa air cucian dan makanan.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sanitasi adalah usaha untuk membina dan menciptakan suatu keadaan yang baik dibidang kesehatan, terutama kesehatan masyarakat. Jika sanitasi lingkungan adalah cara menyehatkan lingkungan hidup manusia terutama lingkungan fisik, yaitu tanah, air dan udara.

Dengan sanitasi, kita akan mendapatkan manfaat yang cukup dengan lingkungan bersih, mencegah terjadinya bau tidak sedap, penyakit, pencemaran lingkungan serta memutus rantai bakteri pada manusia.

Menurut Kepala SMKN 2 Buduran Ibu Dra. Hj. Mariya Ernawati, M.M, disekolah sangatlah penting memasang biopori setiap titik sekitar pepohonan di halaman sekolah untuk menampung air sehingga sanitasi, kenyamanan dan kebersihan penyaluran air bisa diserap secara maksimal.

Adapun upaya sanitasi secara umum yaitu dengan:

·      -   Mencuci tangan dengan sabun

·      -   Membuang limbah manusia dengan baik

·      -   Penyediaan air yang cukup dan bersih

·     -    Penyediaan selokan yang cukup

·     -    Membuang sampah pada tempatnya

·     -    Pengelolahan limbah dengan didaur ulang kembali

·     -    Pengelolahan, penyimpanan, dan penyajian makanan yang bersih

Apakah kalian sudah melakukan upaya sanitasi diatas? Kalau belum, mari sama sama menanamkan pada diri kita untuk tetap menjaga kesehatan.

By: Muthia Agim Putri




 

Covid-19


            Dunia sedang dihadapi bencana besar dengan adanya virus covid-19 ini, virus ini pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China pada akhir Desember 2019. Maraknya tingkat yang terkonfirmasi positif dan meninggal, mengakibatkan kita harus lockdown dan PSBB.

Virus ini juga mengakibatkan pendidikan di Indonesia harus dirumahkan, karena penyebaranya yang sangat cepat. Sebagian siswa dan guru SMKN 2 BUDURAN yang berkegiatan diluar rumah, harus tetap menjaga kondisi yang prima dan mematuhi 3M (Memakai masker, Menjaga jarak, dan Mencuci tangan). Tidak lupa untuk siswa dan guru yang melakukan pembelajaran daring dirumah, juga harus menjaga kesehatan dan kebersihan rumah seperti mengepel lantai, menyapu, menyemprot disinfektan minimal 1 minggu 1x dan membersihkan spot-spot untuk mencegah bahaya-bahaya yang timbul akibat virus covid-19 ini.

“Banyak sekali upaya yang sudah dilakukan oleh pihak sekolah seperti kerja sama dengan kepala puskesmas, BPBD, tim penyempropatan dengan dinas provinsi, pemasangan kran air dan handsainitizer, bantuan masker, dan sabun untuk menunjang kebersihan yang ada di SMKN 2 BUDURAN. ’’ tutur Kepala SMKN 2 Buduran pada wawanacara Hari Rabu (20/01/2021) lalu.

  Mendengar adanya vaksinasi yang akan disuntikan ke masyarakat, vaksinasi ini ditujukan untuk mendapatkan kekebalan sehingga kita terjauh dari virus covid-19 ini.

Vaksinasi yang akan di berikan tentu saja sudah diuji dan diteliti, kita sebagai generasi muda harus mengikuti dengan baik dan benar karena vaksin tersebut sudah valid dan teruji manjur untuk menjaga imun kita agar terhindar dari virus covid ini.

By : Prita Maulydia/X -AK 1

 

Adiwiyata SMKN 2 Buduran

                    


Sidoarjo-- Mendengar beberapa kabar pekan ini, bahwa salah satu sekolah yang berada di kota udang, khususnya SMKN 2 Buduran rupanya tengah mempersiapkan program sekolah hijau, bersih nan sehat atau kerap disebut dengan adiwiyata.

Sebagai salah satu tempat pendidikan yang telah mendapat predikat baik dari pemerintah Kabupaten Sidoarjo, SMKN 2 Buduran juga akan melanjutkan aksi positifnya pada tingkat provinsi.

Sekolah adiwiyata sendiri sebenarnya memiliki arti kompleks jika dikaitkan dengan lingkungan, prestasi dan keadaan yang terdapat di lingkup sekolah maupun masyarakat. Seperti saat ini, SMKN 2 Buduran sedang mempersiapkan beberapa aksi guna mendukung kegiatan adiwiyata di kancah provinsi.

Beberapa hal tersebut antara lain:

1. Penanaman berbagai jenis pohon dan tumbuhan (Tanaman obat-obatan, buah-buahan, tanaman hias)

2. Pembuatan Green House di kawasan sekolah

3. Pembuatan sanitasi lingkungan atau biopori di beberapa tempat, dll.

Selain mempersiapkan aspek internal, pihak SMKN 2 Buduran juga turut serta berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sidoarjo maupun cabang dinas lainnya, perihal persiapan membentuk sekolah adiwiyata tingkat provinsi.

Ibu Dra. Hj. Mariya Ernawati, M. M, selaku Kepala SMKN 2 Buduran pun telah berkontribusi dengan salah satu sekolah, yaitu SMKN 3 Buduran guna melengkapi persyaratan pemerintah mengenai sekolah adiwiyata tingkat provinsi. Keduanya saling bekerja sama dengan cara memberi bantuan tanaman antar satu sama lain.

"Dalam menyiapkan kegiatan adiwiyata ini, tentunya semua pihak SMKN 2 Buduran juga harus turut serta mendukung aksi positif dengan cara yang baik dan benar. Tidak hanya Bapak/Ibu guru maupun karyawan saja. Khususnya para siswa juga harus terlibat untuk melestarikan dan menjaga kebersihan lingkungan. Hal itu juga tidak lepas dari sistem sekolah ramah anak," tutur Kepala SMKN 2 Buduran pada wawancara Hari Rabu (20/1/2021) lalu.

Beliau juga berharap, "Semoga SMKN 2 Buduran bisa lebih maju lagi dan semoga diberikan kelancaran untuk menuju sekolah adiwiyata di tahap provinsi." 

Article by: Destya Ardiana



     Visualization by : Dewi Rengganis 



 APA SIH, PENTINGNYA GIZI MAKANAN UNTUK REMAJA ?


Visualization by : Satria Naiil. K

  Pernah nggak sih, kalian para remaja memperhatikan apa – apa yang kalian makan ? Misalnya saja, besar kalori atau mungkin nutrisi yang terkandung di dalamnya. Sebagian besar sih, jawabannya “kadang – kadang”. Beberapa diantaranya mengatakan, hanya mengecek gizi makanan ketika sedang diet atau sakit. Ya memang tidak salah juga kalau mereka menjawab demikian. Bisa jadi, hal ini disebabkan oleh minimnya pengetahuan tentang gizi dan makanan.

Olehnya, di kesempatan kali ini kita akan membahas seputar pentingnya gizi makanan untuk remaja. Sebelum itu, mari kita kupas terlebih dahulu, pengertian dari gizi itu sendiri. Menurut Wikipedia, gizi adalah substansi organik yang dibutuhkan organisme untuk fungsi normal dari sistem tubuh, pertumbuhan, pemeliharaan kesehatan.Gizi sendiri dapat berasal dari makanan ataupun minuman yang dapat kita temui dalam kehidupan sehari – hari. Tahukah kamu seberapa besar peranan gizi dalam tubuh seorang remaja?

Mengutip dari IDAI, pemberian nutrisi dari sumber makanan, memiliki peranan besar bagi remaja. Diantaranya adalah sebagai berikut : memaksimalkan pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta organ reproduksi remaja. Selain itu, dengan terpenuhinya gizi makanan pada tubuh seorang remaja dapat meningkatkan sistim imun atau kekebalan tubuh. Untuk lebih detailnya, mari kita bedah masing – masing dari peranan yang tadi sudah disebutkan.

Pertama, memaksimalkan pertumbuhan fisik. Ada beberapa komponen nutrisi yang sangat penting untuk dipenuhi selama masa remaja, mulai dari protein, karbohidrat, vitamin, mineral, hingga serat. Dalam sehari, kebutuhan gizi tersebut harus didapatkan sesuai anjuran. Remaja putri membutuhkan sekitar 2.200 - 2.500 kalori per harinya, sementara itu remaja putra membutuhkan sekitar 2.400 - 3.000 kalori per hari. Selain untuk memberikan energi, kalori dan nutrisi tersebut juga dibutuhkan untuk pembentukan otot, tulang, hingga perkembangan otak agar ia bisa tumbuh maksimal dari segi fisik maupun kemampuan belajar.

Kedua,untuk perkembangan kognitif. Status gizi yang kurang, menyebabkan perkembangan otak menjadi tidak sempurna, sehingga kemampuan kognitif dan perkembangan IQ terhambat. Kekurangan gizi pada masa lalu akan menyebabkan perubahan metabolisme dalam otak terutama jika ini terjadi saat golden periode pertumbuhan dan perkembangan otak anak. Hal ini akan mengakibatkan terjadinya ketidak mampuan otak untuk berfungsi normal. Keadaan yang lebih kronis dari kekurangan gizi menyebabkan pertumbuhan terganggu (stunting), badan lebih kecil, jumlah sel dalam otak berkurang dan terjadi ketidakmatangan serta ketidaksempurnaan organisasi biokimia dalam otak.

Ketiga, untuk organ reproduksi remaja. Zat gizi dibutuhkan untuk penyempurnaan pertumbuhan dan fungsi organ reproduksi. Pada masa pubertas, remaja akan mulai memproduksi hormon – hormon untuk  mengaktifkan alat reproduksi.

Keempat, peranan gizi dalam menjaga ketahanan tubuh kita. Beberapa zat gizi yang berperan penting dalam meningkatkan imunitas atau kekebalan tubuh adalah vitamin A, vitamin C, vitamin E dan Zinc. Vitamin A berfungsi untuk menjaga sistem kekebalan tubuh tetap sehat. Vitamin ini mampu melindungi organ-organ seperti mata, paru-paru, usus dari serangan bakteri dan infeksi. Vitamin C juga bertindak sebagai antioksidan, yang menetralkan radikal bebas yang dihasilkan oleh metabolisme normal tubuh dan oleh paparan dari lingkungan, termasuk radiasi ultraviolet dan polusi udara.

Vitamin E adalah salah satu nutrisi yang penting dalam mengawal sistem pertahanan antioksidan. Vitamin E mengawalnya dengan cara melindungi dari peroksidasi lipid. Vitamin ini dibutuhkan untuk membuat fungsi kekebalan tubuh berfungsi dengan normal. Mineral  Zinc (Zn) merupakan mikronutrien penting yang memainkan peran yang besar dalam banyak fungsi fisiologis tubuh. Salah satu fungsi utama Zinc adalah perannya dalam sistem kekebalan tubuh. Zinc sangat diperlukan oleh tubuh untuk perkembangan dan fungsi sel-sel kekebalan bawaan maupun adaptif. 

Demikian informasi yang bisa kita bahas kali ini. Semoga dapat bermanfaat, khususnya untuk kalian para remaja. Sampai jumpa dan salam sehat untuk kita semua!! 

Article by : Angel Rachma                        

     

Visualization by : Arviansyah Dwi. P








Berbeda

Hijau lebat nan asri
Elok indah menghiasi bumi
Memberi kehidupan
Juga penghasilan

Jajaran pohon berbaris rapi
Dari ujung sabang hingga merauke
Namun itu dulu sebelum masa berganti
Kini telah berubah menjadi gedung pencaker langit

Oksigen yang dulu sejuk terasa
Berganti polusi yang merajalela
Keindahan daun dan ranting di sepanjang jalan
Berganti gedung menghiasi penglihatan

Selamat hari sejuta pohon
Mari lindungi jangan tebangi

(Ghoniyatul Maulidah/X-BDP1)

Visualization by  : Linda Tri .W


Tanam dan Cegah Kerusakan Hutan

Visualization by  : Linda Tri .W 


   Hai, apa kabar nih sobat literasi? Oh iya, kalian pada ingat gak sih kalau hari ini adalah Hari Gerakan Satu Juta Pohon? Hmm, pasti ada yang lupa. Betul tidak?

   Hari Gerakan Satu Juta Pohon diperingati setiap Tanggal 10 Januari. Pada tanggal ini kita diingatkan untuk selalu menjaga dan melestarikan pohon. Peringatan itu juga menjadi bagian penting bagi negeri kepulauan seperti Indonesia yang memiliki bermacam jenis tumbuhan dan sumber daya alam. Asal kalian tahu, penanaman satu pohon memiliki peran besar bagi dunia. Mengapa demikian?

   Dikutip dari laman Tirto.id, Pohon merupakan makhluk hidup yang punya andil dalam pertambahan manusia. Proses fotosintesis yang ia punya menjadi komponen alami krusial bagi manusia. Pohon dapat mengurangi kandungan Karbondioksida (CO2) dalam air dan mengeluarkan Oksigen ke udara untuk nafas manusia.

   Maka dari itu, kelestarian pohon harus benar-benar dijaga oleh kita. Bayangkan saja jika penebangan pohon terus dilakukan dan hutan menjadi gundul, pasti akan berdampak buruk kedepannya. Tanah longsor, kebakaran hutan dan banjir bandang akan bermunculan beriring waktu.

   Kita sebagai manusia yang berintelektual tinggi harus dapat berpikir baik untuk bumi tercinta, salah satunya adalah dengan melestarikan ekosistem dan sumber daya alam. Seperti, menjaga kebersihan lingkungan, berperan aktif dalam pencegahan terjadinya bencana alam, dll.

   Mari sayangi bumi kita dengan cara melestarikan ekosistem hutan, bahkan satu pohon yang kau tanam saja dapat menyelamatkan seribu nyawa, bagaimana jika sejuta pohon? Yuk, bersama mari saling menghidupkan paru-paru dunia.

 

Indonesia tanpa bencana, salam satu juta pohon:) 

Article by : Destya Ardiana