Munir Said Thalib

Ingat aku
Yang dibunuh karena benar

Segala usaha telah tertuang sudah
Hingga berpuluh-puluh resah
Perjalanan serupa ketakutan tak bertepi
Namun terus maju tidak serta merta hanya mimpi

Ingat aku
Yang dibunuh karena benar

Aktivis penegak hak asasi manusia
Terlahir dengan kodrat menuju surga
Niatnya menegakkan dan membela
Ternyata kena makan juga

Ingat aku
Yang dibunuh karena benar

Penguasa tak lantas memaksa
Mendekati kemudian memangsa
Di racun di udara
Sekarang— tidak tahu apa alasannya

Ingat aku
Yang dibunuh karena benar

Kasus tidak selesai
Lima belas tahun telah usai
Anjing dibiarkan liar
Menjilat dengan kelakar

Ingat aku
Yang dibunuh karena benar

Munir masih tetap ada
Kami menolak lupa
Munir akan tetap berlipat ganda
Ide kami ada untuk bersuara


Setelah, 07-09-19
—AlamaliaShad




 Yang Pernah Ada dan Yang Pernah Pergi

Bayangan nya memelukku erat
Namun aku tersadar
Bahwa itu kenyataan nya
Walau berat tuk menerima nya

Ia semakin tidak punya waktu untukku
Ia semakin enggan bertemu dengan ku
Ia semakin sering bersama sahabat-sahabat nya
Ia tidak mengerti atau barangkali tak peduli

Bahwa aku membutuhkannya
Seseorang yang nyata di dekatku
Bukan seseorang di layar telepon
Dan hanya bercengkrama singkat
Lewat kata tak baku

Aku ingin menjadi sandaran mu
Mendengarkan berbagai keluh kesah mu
Tapi itu hanya angan
Ku tahu bahwa kau tak mempercayai ku

Dan akhirnya
Aku tau dan aku menyadari
Kita ini salah
Salah di maksud yang berbeda

Dengan tujuan yang tak searah
Lembut tapi menuntut
Tahu tapi tak ingin tahu
Ya ini kita
Cinta yang mustahil didapatkan

-          - Shofiy Fadila S.P

---------------------------------------------






◆ Mengenal Psikologi
Psikologi merupakan ilmu yang berfokus pada perilaku dan proses mental yang melatarbelakangi kehidupan manusia serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Ahli dalam ilmu psikologi dibagi menjadi dua bagian yaitu profesi yang berkaitan dengan praktik psikologi dan ilmu psikologi yang termasuk dalam ilmu murni sains dan terapan.

◆ Apa Saja yang Dipelajari Di dalam Ilmu Pengertian Psikologi?

Jawabannya adalah sangat banyak dan juga luas.

Apabila kita melihat dari pandangan ilmu psikologi sebagai ilmu yang mempelajari perilaku. Semua perilaku yang ditunjukkan oleh manusia adalah ruang lingkup yang bisa dipelajari. Serta dapat dijelaskan oleh ilmu psikologi.

Misalnya saja, mengapa seseorang menjadi mudah marah, atau mengapa ada orang yang senang berbohong dan berbuat jahat. Kedua hal tersebut bisa dijelaskan menggunakan ilmu psikologi.

Jadi, apabila anda ingin mempelajari mengapa seseorang bisa menunjukkan perilaku tertentu. Maka psikologi adalah salah satu ilmu yang tepat untuk menjelaskannya.

Selain mempelajari tentang perilaku manusia, psikologi juga mempelajari segala hal yang berhubungan dengan manusia.

Pada dasarnya, segala macam kegiatan atau aktivitas yang melibatkan manusia di dalamnya adalah ruang lingkup dari ilmu psikologi. Karena itulah hingga saat ini muncul berbagai disiplin ilmu terapan dari psikologi. Seperti misalnya :

Psikologi forensik Psikologi kriminal Psikologi sosial Psikologi agama/spiritual Parapsikologi Dan lain sebagainya.

◆ Manfaat Mempelajari Pengertian Psikologi

Secara umum ada beberapa manfaat yang bisa diperoleh dengan mempelajari ilmu psikologi.

Berikut ini adalah beberapa manfaat mempelajari perilaku psikologi:

- Memahami penyebab dari perilaku yang muncul pada diri sendiri ataupun orang lain

Dengan mempelajari psikologi, kita bisa memahami mengapa seseorang bisa menunjukkan perilaku tertentu. Psikologi memaparkan banyak sekali teori psikologi. Teori yang menjelaskan mengapa seseorang bisa memunculkan perilaku tertentu.

- Pengertian Psikologi dengan Memahami diri sendiri

Hal penting lainnya yang bisa didapat dengan mempelajari psikologi adalah memahami diri sendiri. Tentu saja hal ini bisa anda rasakan setelah anda mempelajari psikologi. Anda bisa menjadi lebih paham mengenai kepribadian anda dan watak anda. Mungkin juga  memahami masalah psikologis apa yang kira-kira muncul pada diri anda.

- Dapat membantu orang lain

Dengan mempelajari psikologi, meskipun tidak menjadi seorang psikolog pun anda tetap bisa membantu orang lain. Minimal ketika anda mengetahui sedikit teori-teori psikologi. Kita bisa melihat permasalahan orang lain dari sudut pandang yang berbeda. Hal itu akan membantu mereka menghadapi masalah tersebut


—Dr.Frost

Penulis : Amalia Putri Albasri


Robin Sinurat



Kisah perjuangan seorang anak yang berasal dari keluarga petani asal Tanjung Beringin, Sumatera Utara, dalam meraih pendidikan S2 di universitas bergengsi di Amerika Serikat merupakan sebuah bukti pencapaian akan sebuah impian. Robinson Sinurat yang akrab dipanggil Obin berhasil lulus dari universitas prestisius, Columbia, di kota New York, USA.

Perjuangan gigih Obin untuk meraih pendidikan pun tidak lepas dari semangat orang tuanya yang merupakan seorang petani kopi dan sayur. Sejak kecil, Obin terpaksa tinggal berjauhan dari orang tuanya di Medan, demi mendapatkan pendidikan yang lebih baik. Selama bersekolah pun, Obin yang memiliki keinginan untuk bisa masuk ke sekolah bonafit seperti sekolah swasta berfasilitas lengkap, mengaku selalu terkendala masalah keuangan, mengingat orang tuanya sudah kehabisan biaya setelah menyekolahkan kakak-kakaknya. Namun, Obin percaya bahwa rezeki masing-masing orang pasti berbeda.

Selagi duduk di bangku SMP di Medan, ia juga sempat tinggal bersama dan mengurus adik-adiknya yang masih SD. Belajar, memasak, dan mencuci baju menjadi tugas hariannya, hingga akhirnya orang tua Obin memutuskan untuk memindahkan adik-adiknya ke tempat kakaknya di pulau Jawa. Mengikuti pesan Bapak dan Mamak, begitulah orang Medan memanggil orang tuanya, ia selalu semangat untuk belajar hingga menjadi juara. Saat kelas 3 SMA, Bapak dan Mamak berpesan kepadanya.

“Kalau kamu enggak masuk negeri kuliahnya, kita enggak sanggup biayain. Jadi kamu harus masuk negeri. Kalau enggak ya belajar lagi setahun lagi,” kenangnya.

Pesan itu menjadi semangat baru baginya untuk berjuang masuk ke universitas negeri. Ia mengikuti ujian SMBPTN dan mendaftar ke Universitas Padjadjaran, Bandung, dan Universitas Sriwijaya, Palembang. Awalnya, ia mengira akan berakhir kuliah di Bandung. Namun, akhirnya ia diterima di Universitas Sriwijaya di Palembang, jurusan Fisika, jurusan yang tidak diinginkannya.
“Menurut aku pribadi bukan masalah apa pun jurusannya, tapi pola pikirnya, mindset kita itu gimana ketika kita kuliah, jauh dari orang tua juga. Jadi oke ambil ajalah, yang pasti masuk perguruan tinggi negeri, orang tua sanggup membayar,” kata pria kelahiran tahun 1990 ini.

Agar bisa meneruskan kuliah, Obin dianjurkan oleh dosen pembimbing dan dekan untuk mendaftar beasiswa dari PPA (Peningkatan Prestasi Akdemik) dan BBM (Bantuan Belajar Mahasiswa). Nilainya yang selalu bagus sejak SMA serta doa dari orang tua, alhasil ia dapat memperoleh beasiswa di semester dua hingga lulus. Untuk bertahan hidup, ia pun mencari peruntungan kerja dengan mengajar fisika di sekolah bimbingan belajar di pusat kota Palembang yang berjarak sekitar satu jam dari kampusnya.

Minat Obin di bidang sosial tumbuh saat tinggal di Palembang. Obin yang supel dikenal sangat aktif berorganisasi. Ia tergabung di Youth Interfaith Community, American Association of Petroleum Geologist, menjadi ketua perkumpulan warga Batak, dan mendirikan organisasi kampus, Himpunan Mahasiswa Geofisika.




Setelah lulus, ia pindah ke Jakarta untuk menerima tawaran kerja sebagai koordinator program di bidang kepemudaan di Global Peace Foundation. Selain itu, ia juga pernah bekerja di kementerian PU (Pekerjaan Umum) sebagai seorang konsultan. Ia kerap mengikuti konferensi, baik di tingkat nasional maupun internasional, bahkan sampai pernah ke Malaysia.

Obin lalu memiliki cita-cita baru, yaitu pergi ke Amerika untuk menempuh pendidikan. Setelah empat kali mencoba mendaftar beasiswa untuk program Young Southeast Asian Leaders Initiative dari pemerintah Amerika Serikat, barulah ia berhasil memperolehnya. Selama lima minggu, ia digodok di University of Nebraska di kota Omaha, belajar mengenai pengembangan keterlibatan warga (Civic Engagement) dan kepemimpinan.
Melalui beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Pendidikan), Obin berhasil diterima di berbagai universitas di Amerika Serikat, Australia, Belanda dan Inggris. Dari seluruh universitas yang menerimanya, Obin memutuskan untuk memilih Columbia University, sebuah universitas prestisius atau Ivy League di New York. Jurusan ‘social work’ (pekerjaan sosial) pun menjadi pilihannya.




Seperti saat kuliah di Universitas Sriwijiaya dulu, Obin kembali aktif di kampus. Ia menjadi salah satu tim pemasaran untuk PERMIAS (Perkumpulan Mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat) dan mendirikan International Student Caucus di kampus bersama teman-temannya.
Cita-cita Obin untuk lulus S2 pun tercapai di tahun 2018. Obin ingin Mendatangkan Bapak dan Mamak ke Amerika, dengan hasil tabungannya sendiri selama ini.
Lulus dari Columbia University, Obin kini bekerja di lembaga nirlaba, Queens Community House di New York, sebagai Counseling Specialist.
“Be honest. Be brave. Be willing.” Itulah moto hidup yang selalu ia tanamkan.


Karya : Nastiti Sintha Respati - X Bdp 2