Hari Gizi jatuh pada 25 Januari dalam peringatan  Tema Hari Gizi Nasional 2022 adalah cegah stunting dan obesitas

Direktur gizi masyarakat kemenkes Dr. Dhian Proboyekti mengatakan permasalahan gizi tidak hanya terjadi di Indonesia tapi di dunia. Bahkan permasalahan ini menjadi fokus secara global

Lalu pertanyaan apa itu stunting dan obesitas? Stunting adalah gangguan tumbuh kembang anak yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi, adanya infeksi pada tubuh, atau stimulasi yang kurang memadai. Sedangkan obesitas adalah penumpukan lemak yang berlebih akibat adanya ketidakseimbangan asupan energi yang masuk dengan energi yang digunakan

 

Cara mencegah stunting dan obesitas :  

  1. Perbaikan gizi
  2. Penerapan gizi seimbang  dengan mengkonsumsi aneka ragam makanan
  3. Membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat 
  4. Mempertahankan berat badan normal
  5. Melakukan semua aktivitas fisik di semua kelompok umur

 

Gejala stunting dan obesitas :

  1. Anak berbadan lebih pendek untuk anak seusianya
  2. Berat badan rendah untuk anak seusianya
  3. Pertumbuhan tulang tertunda
  4. Lemak di tubuh yang berlebihan

Visualization by : M. Oriza Revansyah (X MM 2)
Article by : Dien Auliya R. (XI AK1)


Apa Itu HIV & AIDS ?

    Dalam peringatan hari HIV&AIDS sedunia ini, apakah kalian sudah tau arti dari HIV&AIDS itu sendiri? Pasti masih ada yang bingung dan terdengar asing di telinga. Tapi, tidak apa- apa, kami akan merangkumnya melalui artikel ini.

    HIV (human immunodeficiency virus) adalah virus yang merusak sistem kekebalan tubuh dengan menginfeksi dan menghancurkan sel CD4. HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang dapat menyebabkan AIDS. Sedangkan menurut Weber (1986) AIDS diartikan sebagai infeksi virus yang dapat menyebabkan kerusakan parah dan tidak bisa diobati pada sistem imunitas, sehingga mudah terjadi infeksi oportunistik. Nah, sekarang kita jadi tau, definisi dari HIV&AIDS. Kira-kira, virus ini bisa menyerang remaja seperti kita tidak ya? Lalu, bagaimana cara mencegahnya?

    Dan jawaban untuk pertanyaan pertama adalah, "iya". Justru, usia remaja adalah usia yang paling rentan terinfeksi virus ini. Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), hingga September 2015 menunjukkan, remaja yang terinfeksi HIV berjumlah 28.060 orang (15,2 persen). Sebanyak 2089 orang (3 persen) di antaranya sudah dengan AIDS. Oleh karena itu, jangan sesekali kita meremehkannya. Ingat kata pepatah bahwasannya penyakit tidak melihat umur, ia bisa menyerang bahkan seorang bayi dalam kandungan. 

    Lalu, bagaimana cara mencegah terinfeksinya HIV&AIDS ? Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), National Institutes of Health, dan sumber lainnya, penularan HIV dapat dicegah dengan

  1. Hindari Penggunaan Narkoba 
  2. Jangan Menjadi Donor Bila Positif
  3. Praktik Seks yang Aman
  4. Sunat Pada Pria
  5. Hindari Kontak dengan Darah
  6. HIV secara Rutin
  7. Ibu Hamil Diskusikan dengan Dokter
  8. Lakukan Profilaksis Pasca Pajanan (PEP)
  9. Jujur pada Pasangan

    Demikianlah pembahasan kami seputar HIV&AIDS. Semoga, pembahasan tadi dapat mengedukasi pembaca akan pentingnya kesadaran untuk waspada dan senantiasa menjaga diri agar terhindar dari infeksi virus ini. Sekian, semoga bermanfaat. Ingat, negera yang sehat dimulai dari kebiasaan masyarakat yang sehat. Salam sehat!


Visualization by : M. Oriza Revansyah (X MM2)

Article by : Angel (XI AK2)



    Hari Guru adalah hari untuk menunjukkan penghargaan terhadap guru, dan diperingati pada tanggal yang berbeda-beda bergantung pada negaranya. Di beberapa negara, hari guru merupakan hari libur sekolah.

    Dikutip dari bobo.grid.id, perayaan Hari Guru tahun ini pemerintah menetapkan tema 'Bergerak dengan Hati, Pulihkan Pendidikan'. 

    

    Untuk logo, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) memilih logo berdasarkan pemenang sayembara HGN 2020, yaitu Teguh Prasongko E. Logo yang dibuat ini menggambarkan semangat belajar yang tetap menyala walau dalam kondisi pandemi. 

    Pada logo tersebut, terdapat beberapa figur, yaitu pak guru, ibu guru, serta siswa siswi yang mengenakan masker. Dari logo tersebut terlihat keceriaan walau harus menjalani Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

 

    Selain itu, ada juga simbol wi-fi, laptop, telepon, serta aplikasi telekonferensi yang menjadi modal untuk melakukan PJJ selama pandemi.

    Dari semua gambar tersebut, disusun menjadi bentuk hati yang menunjukan bentuk kerja sama antara guru, murid, hingga orang tua dalam proses PJJ.

 

    Menurut Pedoman Peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2021, Hari Guru Nasional 2021 mengusung tema "Bergerak dengan Hati, Pulihkan Pendidikan". Kemdikbud mengimbau kepada Satuan pendidikan, kantor instansi pusat dan daerah, serta kantor perwakilan Republik Indonesia di luar negeri untuk mencantumkan tagar #BergerakDenganHati #DemiKemajuan dalam unggahan konten peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2021 di media sosial.

 

    Dikutip dari Keppres nomor 78 tahun 1994 tentang Hari Guru Nasional, terdapat dua hal yang menjadi pertimbangan ditetapkannya Hari Guru Nasional yaitu: Guru memiliki kedudukan dan peranan yang sangat penting dalam pelaksanaan pembangunan nasional.

    Tanggal tersebut diperingati sebagai hari ulang tahun Persatuan Guru Republik Indonesia dan sebagai upaya untuk mewujudkan penghormatan kepada guru.


    Keputusan Presiden tentang Hari Guru Nasional ditetapkan mengingat beberapa pasal hukum Republik Indonesia yaitu:

  • Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945.
  • Undang-undang Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Tahun 1989 Nomor 6, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3390).
  • Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 1992 tentang Tenaga Kependidikan (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3484).

  • Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959 tentang Hari-hari Nasional Yang Bukan Hari Libur

 

Sumber : https://news.detik.com/berita/d-5825674/hari-guru-nasional-2021-sejarah-tema-logo-peringatan-tahun-ini

https://www.tribunnews.com/nasional/2021/11/23/sejarah-hari-guru-nasional-25-november-beserta-tema-dan-logo-hari-guru-nasional-2021

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Hari_Guru

 

Visualization by : Ramzy Zafran (X RPL)
Article by : Dien Auliya R. (XI AK1)

by:  Prita Maulydia (XI – AK 1 )  

Visualization by  : Muhammad Ainun Qulub (XI MM3)

       17 Agustus merupakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Pada tahun ini Indonesia sudah berumur 76 tahun. Banyak sekali keragaman, kegiatan, dan kreativitas untuk memeriahkan acara kemerdekaan ini. Akan tetapi, pandemi Covid – 19 ini masih marak di Indonesia. Setiap hari banyak warga yang terkonfirmasi virus ini. Banyak juga relawan – relawan yang telah gugur akibat virus yang mematikan ini. Kita sebagai warga Indonesia hanya bisa membantu dengan selalu mentaati protokol kesehatan 3M yaitu Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, dan Memakai Masker.

      Tetapi pandemi tidak mematahkan semangat juang warga Indonesia. Warga – warga disekitar rumah saling bergotong – royong untuk memasang bendera merah putih di setiap rumah warga. Selain itu warga juga mendekorasi jalan – jalan di sekitar rumahnya dengan memasang lampu – lampu dan atribut merah putih lainnya.

     Ini menandakan walaupun pandemi semangaat juang parah pahlawan tidak akan pernah terlupakan sepanjang masa.

 

Prita Maulydia (XI – AK 1 )

Anak – Anak Jendela Dunia

 

  


          Hai sobat, apakah kalian tahu setiap tanggal 23 Juli Indonesia selalu memperingati Hari Anak Nasional. Peringatan Hari Anak ini telah diselenggarakan sejak tahun 1986 berdasarkan Keputusan Presiden No 44 tahun1984. Hari Anak Nasional berawal dari Hari Kanak – Kanak yang ditetapkan oleh Presiden Soeharto.

          Pada tahun ini Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemenppa) RI akan mengangkat tema “Anak Terlindungi, Indonesia Maju” dengan Tagline #AnakPeduliMasaPandemi. Adapun sub tema Hari Anak Nasional 2021 meliputi 5 hal sebagai berikut :

1.     Anak Cerdas Terliterasi

2.     Anak Gembira dengan Asah,Asih,Asuh

3.     Anak Sehat dan Gembira

4.     Anak Cerdas, Kreatif dan Informatif

5.     Anak Resiliensi Tanggu dengan Kasih Sayang

Dilansir dalam web ( https://tirto.id/hari-anak-nasional-23-juli-sejarah-logo-tema-peringatan-han-2021-ghUf )

          Dengan adanya undang – undang yang mengatur tentang perlindungan anak di Indonesia ini, anak akan bisa mendapatkan keadilan dan kebahagiaan yang seharusnya mereka dapat. Serta mengurangi tingkat kriminal dan kekerasan pada anak dibawah umur. 

 

Prita XI AK 1

 

Meliuk-Liuk Kesana Kemari dari Kutub Selatan hingga Kutub Utara


    Tanggal 29 April diperingati sebagai Hari Tari Sedunia atau International Dance Day. Tanggal 29 April sebagai International Dance Day ini berasal dari hari lahir seorang pencipta tari balet modern, Jean-Georges Noverre.

Dilansir dari situs International Dance Day, tujuan dari peringatan hari tari ini ialah untuk merayakan tarian, bersenang-senang dalam universalitas bentuk seni dengan melintasi semua hambatan politik, budaya, dan etnis. Peringatan yang dicanangkan oleh Komite Dansa International Theatre Institute (ITI) sejak tahun 1982 juga bertujuan untuk menyatukan masyarakat dengan bahasa universal yakni tarian.

Wabah virus Covid-19 yang tak kunjung reda, berdampak buruk bagi peringatan hari tari yang biasanya digelar dengan bermegah-megahan. Kini perayaan ini hanya diperingati secara virtual.

Komite Dansa Internasional ITI akan memilih penari berbakat dari seluruh dunia untuk menari dan juga menyampaikan pesan kepada seluruh masyarakat dunia. Pesan tersebut akan diterjemahkan dalam berbagai bahasa kemudian diedarkan secara global. ITI melalui laman resminya mengumumkan, perayaan online Hari Tarian Internasional 2021 dimulai pada Kamis 29 April 2021 pukul 14.00 Waktu Paris.

Hampir di seluruh dunia turut merayakan peringatan hari tari ini,termasuk Indonesia yang memiliki beragam tari dari berbagai daerah. Tak hanya satuan, puluhan bahkan ratusan tarian daerah dimiliki oleh negri kita tercinta. Terbentang dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Pulau Rote. Kekayaan budaya yang tiada henti membuat kita terkagum.

Dengan demikian, sebagai generasi penerus bangsa, kita harus terus melestarikan tarian daerah agar tidak tergerus oleh modernisasi yang merambah semakin luas. 

By : Ghoniyatul Maulidah (X-BD 1)

 

JEJAK INDAH WARISAN BANGSA


By: Refa Nur Hidayah/X-AK 3

 

          Halo teman-teman literasi! Kalian pasti tidak asing dengan seseorang yang bernama Chairil Anwar, bukan? Ya, Chairil Anwar adalah tokoh penyair nasional yang hingga sekarang karya dan namanya tetap melambung. Puisi-puisi karyanya selalu melegenda hingga hari ini. Ngomong-ngomong soal puisi, kalian pasti tahu kan hari ini hari apa?

          Pada tanggal 21 Maret 2021 adalah hari penting bagi semua teman literasi, terkhusus kepada teman-teman penyair dan penikmat puisi. Pada hari ini, ditetapkan sebagai Hari Puisi Internasional. Berbeda dengan Hari Puisi Internasional, Hari Puisi Nasional diperingati pada tanggal 28 April. Tapi, kalian sudah tahu belum, kenapa hari ini dijadikan sebagai Hari Puisi Internasional? Yuk, simak bersama-sama!

            Menurut laman qiupper.com, ‘Hari Puisi Internasional dideklarasikan ketika UNESCO mengadakan pertemuan rutinnya di Paris pada tahun 1999. Waktu itu, mereka membahas secara dalam terkait masalah-masalah literatur yang ada di seluruh negara di dunia, sampai pada akhirnya membahas puisi dan korelasinya dengan kehidupan di muka bumi ini. UNESCO menganggap bahwa puisi memiliki kemampuan untuk “menangkap” semangat kreatif yang dimiliki oleh pikiran manusia. Salah satu misi utamanya adalah untuk mendukung keberagaman bahasa melalui puisi. Selain itu, dengan adanya Hari Puisi Internasional ini, UNESCO berharap dapat melestarikan bahasa-bahasa tradisional yang hampir punah di setiap negara di dunia.’

          Setelah membahas asal-usul Hari Puisi Internasional, tak lengkap rasanya jika kita tidak membahas eksistensi karya sastra indah ini di tanah tercinta kita, Indonesia. Akhir-akhir ini, puisi semakin banyak peminatnya, bukan hanya untuk melestarikan, tetapi karena puisi merupakan keindahan yang banyak memikat teman-teman literasi.

          Di indonesia sendiri, dahulu puisi terlahir dari puisi lama yang terbagi menjadi banyak jenis, seperti syair, gurindam, pantun, dll. Namun, dengan berkembangnya zaman, mulai terlahir puisi baru yang kini banyak hadir diminati, karena puisi baru dianggap lebih bebas dan tidak terlalu terikat oleh peraturan layaknya puisi lama.

Dari dahulu hingga sekarang, Indonesia banyak melahirkan para sastrawan dan penyair hebat yang karyanya siap memikat banyak hati pembaca. Sebut saja Chairil Anwar, W.S. Rendra, Sapardi Djoko Damono, Joko Pinurbo, Goenawan Mohamad, Widji Tukul, dan masih banyak lagi. Mereka semua merupakan tokoh-tokoh yang begitu berjasa bagi hidupnya karya puisi di Indonesia. Dengan karya-karya mereka, kita para generasi muda dapat menikmati dan belajar melalui karya-karyanya. Jadi, mari kita lestarikan bersama jejak-jejak para sastrawan kita dan mari jaga lentera kehidupan karya sastra puisi!

          Dengan rangka peringatan Hari Puisi Internasional, mari sejenak luangkan waktu untuk menikmati karya-karya para penyair kita!


Aku Ingin

(Oleh Sapardi Djoko Damono)

 

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana

dengan kata yang tak sempat diucapkan

kayu kepada api yang menjadikannya abu

 

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana

dengan isyarat yang tak sempat disampaikan

awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

 

                        

                                                                                                                 Aku

(Oleh Chairil Anwar)

 

Kalau sampai waktuku

‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu

Tidak juga kau

Tak perlu sedu sedan itu

Aku ini binatang jalang

Dari kumpulannya terbuang

Biar peluru menembus kulitku

Aku tetap meradang menerjang

Luka dan bisa kubawa berlari

Berlari

Hingga hilang pedih peri

Dan aku akan lebih tidak peduli

Aku mau hidup seribu tahun lagi


 

Bencana Alam 


    Bencana alam atau dalam bahasa Inggris disebut Natural disaster, adalah suatu peristiwa alam yang mengakibatkan dampak besar bagi populasi manusia. Peristiwa alam dapat berupa banjir, letusan gunung berapi, gempa bumi, tsunami, tanah longsor, badai salju, kekeringan, hujan es, gelombang panas, hurikan, badai tropis, taifun, tornado, kebakaran liar dan wabah penyakit.[2] Beberapa bencana alam terjadi tidak secara alami. Contohnya adalah kelaparan, yaitu kekurangan bahan pangan dalam jumlah besar yang disebabkan oleh kombinasi faktor manusia dan alam. Dua jenis bencana alam yang diakibatkan oleh peristiwa di luar angkasa jarang mempengaruhi manusia, seperti asteroid dan badai matahari.

Sedangkan menurut UU No. 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, bencana alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam antara lain berupa gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan, angin topan, dan tanah longsor. Bencana alam antara lain berupa gempa bumi karena alam, letusan gunung berapi, angin topan, tanah longsor, kekeringan, kebakaran hutan/lahan karena faktor alam, hama penyakit tanaman, epidemi, wabah,kejadian luar biasa, dan kejadian antariksa/benda-benda angkasa.

Bencana alam yang dialami oleh manusia pada masa kuno tercatat dalam kitab suci, mitos, cerita-cerita rakyat, Bencana alam yang terjadi pada zaman kuno umumnya diketahui secara jelas lewat catatan sejarah dan hasil penelitian arkeologi. Pada abad ke-20, beberapa bencana alam yang paling umum adalah kelaparan dan wabah.

 Awal abad ke-20, lebih dari 70 juta orang tewas akibat kelaparan, dengan korban 30 juta orang tewas selama masa kelaparan di Cina pada periode tahun 1958-1961. Di Uni Soviet, beberapa kali terjadi kelaparan yang diakibatkan kebijakan kolektif Stalin yang membunuh jutaan orang. Dalam sejarah, kelaparan telah mengakibatkan munculnya sifat buruk manusia seperti kekejaman dan kanibalisme. Bencana alam terburuk lainnya pada abad ke-20 adalah wabah. Pandemi terburuk terutama adalah menularnya Flu Spanyol di seluruh dunia pada periode tahun 1918-1919 yang membunuh 50 juta orang, lebih banyak daripada korban Perang Dunia I yang terjadi sebelumnya.

Pada abad ke-21, bencana alam yang semakin banyak terjadi adalah bencana terkait iklim yang disebabkan meningkatnya suhu bumi (pemanasan global). Pemanasan global menimbulkan dampak banjir, kekeringan, cuaca ekstrem dan musim yang tak bisa diramal. Perubahan iklim berpotensi meningkatkan kemiskinan dan kerentanan dalam jumlah besar. Pada saat yang sama bencana iklim semakin meningkat, lebih banyak manusia yang terkena dampaknya dikarenakan kemiskinan, kurangnya sumber daya, pertumbuhan populasi, pergerakan dan penempatan manusia ke daerah yang tidak menguntungkan.

Penanggulangan bencana alam atau mitigasi adalah upaya berkelanjutan untuk mengurangi dampak bencana terhadap manusia dan harta benda. Lebih sedikit orang dan komunitas yang akan terkena dampak bencana alam dengan menggerakan program ini. Perbedaan tingkat bencana yang dapat merusak dapat diatasi dengan menggerakan program mitigasi yang berbeda-beda sesuai dengan sifat masing-masing bencana alam.

Persiapan menghadapi bencana alam termasuk semua aktivitas yang dilakukan sebelum terdeteksinya tanda-tanda bencana agar bisa memfasilitasi pemakaian sumber daya alam yang tersedia, meminta bantuan dan serta rencana rehabilitasi dalam cara dan kemungkinan yang paling baik. Kesiapan menghadapi bencana alam dimulai dari level komunitas lokal. Jika sumber daya lokal kurang mencukupi, maka daerah tersebut dapat meminta bantuan ke tingkat nasional dan internasional.

Bencana disebabkan oleh faktor alam, non alam, dan manusia. Oleh karena itu, Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tersebut juga mendefinisikan mengenai bencana alam, bencana nonalam, dan bencana sosial.

Bencana yang disebabkan faktor alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam antara lain berupa gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan, angin topan, dan tanah longsor. Sedangkan bencana karena faktor nonalam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau rangkaian peristiwa nonalam yang antara lain berupa gagal teknologi, gagal modernisasi, epidemi, dan wabah penyakit.

Penyelamatan Saat Terjadi Gempa Bumi

1. Jangan panik saat terjadi gempa bumi, bersikap tenang agar bisa melakukan tindakan penyelamatan diri dan keluarga dengan baik

2. Jika berada di dalam rumah, dengan segera pergi keluar rumah Carilah tempat yang agak lapang agar tidak tertimpa pohon atau bangunan yang mungkin runtuh.

3. Jika berada di Dalam Gedung, kemungkinan untuk keluar sangat sulit dan membutuhkan waktu yang lama, tindakan yang harus diambil adalah berlindung di bawah meja atau tempat yang dapat menahan diri dari reruntuhan atau jatuhnya benda  benda.

4. Jika berada di Jalan raya dan dalam kendaraan, segera kurangi kecepatan kendaraan, cari tempat aman untuk menepi, cari tempat menepi yang jauh dari pohon, papan reklame atau bangunan yang berada di sekitar jalan.

5. Saat berada di pusat keramaian, hindarkan diri dari berdesak-desakan untuk keluar pintu. Lebih baik cari tempat berlindung yang aman dari reruntuhan atau jatuhnya benda benda.

 

Cara menghadapi tsunami

1. Jika terjadi gempa bumi, kemudian air laut surut secara tiba – tiba, segeralah lari menjauh dari pantai dan cari tempat yang lebih tinggi karena kemungkinkan tsunami akan terjadi

2. Saat terjadi gempa pada malam hari, dengan getaran yang cukup tinggi dan kemungkinan besar aliran listrik akan terputus dan saluran telekomunikasi akan terputus. Jika hal itu terjadi dalam keadaan darurat segeralah mencari bangunan bertingkat dan naik keatas

3. Pemerintah memasang alat pemantau dini tsunami di pantai. Jika terjadi gempa dan disertai dengan tsunami, atat itu akan membunyikan suara sirine. Saat terdengar suara sirine segeralah menjauh dari pantai dan mencari tempat yang tinggi

 

Saat Terjadi Banjir

1. Saat curah hujan tinggi dan menimbulkan banjir, ada baiknya anda mengungsi ketempat yang lebih aman terutama saat banjir sudah cukup tinggi dan memasuki rumah.

2. Selalu perhatikan kebersihan tempat makanan dan minuman sebab saat terjadi banjir sangat rentan penyebaran penyakit terutama yang di sebarkan melalui kuman dan bakteri

3. Waspada terhadap lingkungan sekitar agar terhindar dari hal – hal yang tidak diinginkan. Misal tersengat listrik.

Selanjutnya upaya sekolah dalam menanggulangi bencana yang akan datang, adalah dengan menjaga kebersihan lingkungan tentunya. Tidak hanya membuang sampah pada tempatnya tetapi peran tanaman dan juga sanitasi atau biopori perlu dilakukan untuk memaksimalkan usaha.

By : Dien Auliya. R (X AK 1)

 

Ketika Sampah Berubah Menjadi Berkah


     Sudah menjadi pandangan sehari-hari jika melihat tumpukan limbah di sepanjang jalan. Tidak hanya itu, sungai yang dahulu beroperasi sebagai sumber pengairan masyarakat, kini menjadi tempat pembuangan sampah. Lautan sampah. Begitulah pendeskripsian sampah yang saat ini semakin merajalela. Hal ini tidak lain dan tidak bukan ialah ulah oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Sudah jelas jika diberi peringatan untuk membuang sampah pada tempatnya. Tong pembuangan sampah juga sudah ada di setiap jalan. Jika terus saja lalai dan abai, mau jadi apa negeri ini?

Alangkah baiknya jika sampah yang masih dapat digunakan kembali dikelompokkan sendiri untuk tidak dibuang. Membuat organisasi untuk membentuk ‘Bank Sampah’ bukanlah hal buruk untuk dilakukan. Selain mendapat kegiatan bermanfaat, juga dapat menambah ilmu serta wawasan dalam mendaur ulang sampah.

Salah satu contohnya seperti mengubah sampah anorganik yang bertumpuk di tong sampah maupun yang berceceran di jalan menjadi sebuah barang bermanfaat. Misalnya gelas minuman kemasan. Gelas tersebut bisa kita jadkan sebagai gantungan yang bisa bernilai harganya. Tak hanya itu saja, gelas bekas tersebut dapat dijadikan vas bunga, tumbuhan, bunga, dan masih banyak lagi karya yang dapat dihasilkan dari gelas bekas tersebut.

Tidak hanya gelas bekas saja yang dapat diubah menjadi barang bermanfaat yang bernilai. Kantong kresek bekas, kawat bekas, dan sampah anorganik lainnya dapat dijadikan sebagai sumber penghasilan, tinggal kita saja yang bagaimana mengolahnya. Dibubuhi dengan kreativitas yang kita miliki untuk memberikan kesan unik namun terlihat elegan dan berkelas.

Sebagai pelajar, kita bisa melakukan hal tersebut dengan mengajak teman kelas atau kenalan kita untuk membuat karya kecil dari barang bekas. Dimulai dari menjualnya di media sosial atau bahkan antar mulut. Tak ada yang tahu jika nantinya akan merambat sampai pasar Internasional. Tak ada salahnya untuk mencoba. Kegagalan bukan kunci menyerah, kegagalan hanya kunci suatu kesuksesan. Tidak ada yang instan, semua ada hiruk pikuk perjalanannya. Mengembangkan usaha dari sampah dengan perlahan hingga menjadikannya berkah dan keuntungan.

 By : Ghoniyatul Maulidah